Mon. Mar 30th, 2020

Penyakit Jantung, Penyebab Kematian Tertinggi di Indonesia?

Jantung sendiri adalah salah satu organ dalam yang perannya sanggat vital yaitu berfungsi untuk memompa dan mengalirkan darah ke seluruh tubuh, sehingga organ dan jaringan tubuh dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Apabila jantung terganggu, otomatis mengganggu fungsi dari organ lainnya.

Dalam hal ini, penyakit jantung koroner merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Sebenarnya penyakit jantung terbagi menjadi beberapa jenis tergantung gejala dan menyebabnya. Penyakit ini bisa menyerang kapan saja, contohnya Adjie Massaid di umur 43 dan Ashraf Sinclair di usia 40 tahun yang notabene masih dalam usia emas bagi seorang laki-laki.

Jantung sendiri adalah salah satu organ dalam yang perannya sanggat vital yaitu berfungsi untuk memompa dan mengalirkan darah ke seluruh tubuh, sehingga organ dan jaringan tubuh dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Apabila jantung terganggu, otomatis mengganggu fungsi dari organ lainnya.

Beberapa jenis penyakit jantung yaitu:

  1. Penyakit Jantung Koroner.
    Penyakit jantung koroner terjadi karena pembuluh darah arteri yang berfungsi mengalirkan darah ke jantung mengeras dan mengalami penyempitan, hal ini dikarenakan penumpukan kolesterol dan pembekuan darah di dalam arteri atau aterosklerosis.

    Penyempitan arteri ini menyebabkan aliran darah dan oksigen ke jantung menjadi berkurang, akibatnya organ tersebut tidak dapat berfungsi normal. Gejala yang muncul yaitu nyeri dada, sesak napas, keringat dingin, dada berdebar, dan mual. Nyeri dada bisa dirasakan menjalar hingga ke leher, rahang, tenggorokan, punggung, dan lengan. Jika dibiarkan tanpa penanganan, bisa berlanjut menjadi serangan jantung.

  2. Aritmia
    Aritmia adalah gangguan pada irama jantung. Irama jantung pada penderita aritmia bisa terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak beraturan / bervariasi. Aritmia terjadi karena rangsangan listrik yang mengatur detak jantung terganggu, sehingga jantung tidak bekerja dengan baik.

    Aritmia awalnya bisa disebabkan oleh penyakit jantung koroner, kardiomiopati, ataupun pernah menderita serangan jantung sebelumnya, dan juga gangguan elektrolit, seperti kelebihan kalium dalam darah (hiperkalemia) atau kekurangan kalium (hipokalemia). Aritmia ini bisa saja tidak menunjukkan gejala.

  3. Kardiomiopati
    Kardiomiopati merupakan gangguan pada otot jantung. Kondisi ini menyebabkan kelainan pada bentuk dan kekuatan otot jantung (misalnya otot jantung menjadi lebih besar dan kaku), sehingga tidak dapat memompa darah ke seluruh tubuh dengan normal.

    Adapun keluhan sebagian pasien dengan penyakit jantung ini dapat mengalam icepat lelah, pusing, nyeri dada, dada berdebar, dan serasa ingin pingsan. Penyakit ini bisa karena kelainan genetik atau keturunan, sehingga penderitanya terlahir dengan kondisi ini.

    Kardiomiopati juga bisa terjadi akibat penyakit jantung koroner, gagal jantung, hipertensi, maupun faktor usia. Meskipun pada tahap awal kardiomiopati sering kali tidak menimbulkan gejala, tanda dan gejala baru akan muncul ketika sudah masuk ke tahap yang berat atau ada penyakit lain yang menyertainya.

    Gejala yang muncul akibat kardiomiopati adalah pembengkakan pada kaki, nyeri dada, sesak napas yang lebih berat setelah beraktivitas, mudah lelah, serta batuk-batuk.

  4. Gagal jantung
    Gagal Jantung merupakan kondisi jantung yang terlalu lemah untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Gagal jantung dapat memicu komplikasi serius yakni henti jantung, edema paru, gagal hati, dan gagal ginjal apabila sudah berlangsung lama. Penyakit ini adalah penyakit jantung yang berkembang perlahan dan bertahap. Kondisi ini biasanya diawali oleh adanya penyakit lain, seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung koroner, penyakit jantung bawaan, maupun diabetes.

    Gejala yang utama adalah sesak napas dan batuk-batuk terutama saat berbaring, nyeri dada setelah beraktivitas fisik, cepat lelah, serta pembengkakan pada tungkai dan pergelangan kaki.

  5. Penyakit Jantung Bawaan
    Yaitu kelainan bentuk jantung yang terjadi sejak lahir. Kelainan ini bisa terjadi pada bagian-bagian jantung seperti dinding jantung, pembuluh darah di dekat jantung, katup jantung, atau kombinasi dari semuanya atau disebut Tetralogy of Fallot. Hal tersebut terjadi akibat gangguan proses perkembangan jantung pada janin. Apa yang menyebabkan gangguan tersebut masih belum dapat dipastikan, namun dugaan yang ada kaitannya dengan faktor keturunan, konsumsi minuman keras, penggunaan obat tertentu selama hamil, atau infeksi saat trimester pertama kehamilan.

    Gejala yang muncul cenderung beragam. Beberapa contoh gejalanya adalah napas pendek dan cepat, nyeri dada, kulit membiru, berat badan menurun, serta tumbuh kembang anak terlambat. Gejala ini biasanya bisa terlihat sejak bayi lahir. Tetapi dalam beberapa kasus, gejalanya baru terdeteksi saat penderita sudah mencapai usia remaja atau menjelang dewasa.

  6. Penyakit Katup Jantung
    Penyakit ini terjadi ketika katup jantung tidak bisa membuka atau menutup dengan sempurna, sehingga terjadi bendungan atau hambatan pada aliran darah. Hal ini menyebabkan, aliran darah ke seluruh tubuh akan terganggu. Biasanya terjadi sejak lahir karena faktor keturunan atau bisa juga faktor lain misalnya demam reumatik atau endokarditis saat anak-anak. Penyebab lainnya adalah adanya penyakit lain seperti penyakit kawasaki, penyakit jantung koroner, serangan jantung, dan kardiomiopati.

  7. Endokarditis
    Penyakit ini merupakan infeksi pada jaringan ikat yang melapisi dinding dan katup jantung. Infeksi ini terjadi ketika kuman dari bagian tubuh lain, seperti mulut dan kulit, masuk ke dinding jantung melalui aliran darah. Penyebabnya, baketeri atau jamur masuk melalui luka pada tubuh atau luka di mulut, pemasangan kateter, pemakaian jarum yang tidak steril untuk tato atau tindik, dan penggunaan NAPZA suntik.

    Gejala yang sering muncul biasanya demam dan menggigil, sesak napas, dan nyeri dada saat menarik napas, keringat berlebih pada malam hari, pembengkakan pada tungkai atau perut, serta terdengar bunyi jantung tidak normal.

  8. Tumor Jantung
    Penyakit ini adalah pertumbuhan jaringan abnormal pada dinding jantung. Tumor dapat bersifat kanker (ganas) atau non-kanker (jinak). Tumor ini dapat tumbuh di dinding otot jantung atau lapisan pelindung jantung (perikardium). Jika ukurannya semakin besar, otot ini bisa mendesak dinding jantung dan menyebabkan jantung sulit memompa darah.

    Umumnya, tumor jantung tidak menunjukan gejala, akan tetapi sebagian penderita tumor jantung bisa menunjukkan gejala ringan hingga berat. meliputi sesak napas, pembengkakan di kaki, jantung berdebar tidak beraturan, kelelahan, tekanan darah rendah, pusing, pingsan, dan penurunan berat badan.

  9. Serangan Jantung
    Hal ini adalah kondisi darurat yang terjadi saat pasokan darah ke jantung terhambat secara total, sehingga sel-sel otot jantung mengalami kerusakan. Bila kerusakan makin meluas, penderita serangan jantung dapat mengalami henti jantung mendadak. Serangan jantung biasanya disebabkan oleh penyakit jantung koroner.

    Gejala yang muncul biasanya berupa nyeri dada, sesak napas, dan keringat dingin. Jika tidak segera ditangani, serangan jantung bisa menyebabkan kerusakan permanen pada organ tersebut.

Adapun hal-hal yang meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung yaitu :

  • Diabetes.
  • Hipertensi
  • Kolesterol tinggi.
  • Riwayat penyakit jantung dalam keluarga.
  • Berat badan berlebih atau obesitas.
  • Gaya hidup yang tidak sehat, seperti sering merokok, jarang berolahraga.
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya infeksi HIV, menggunakan obat-obatan penekan sistem kekebalan tubuh, atau menjalani pengobatan kemoterapi.

Sebagian besar penyakit jantung tidak dapat disembuhkan atau bersifat permanen, tentu hal ini sangat menyiksa karena penderitanya perlu menjalani pengobatan seumur hidup. Meskipun demikian, penyakit jantung dapat dikendalikan dengan menjalani gaya hidup sehat dan mengonsumsi obat-obatan. dalam hal ini, untuk menghindari efek samping dari obat-obatan, lebih dianjurkan untuk menjaga gaya hidup sehat.

Sumber kutipan :

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Blogs

Group Members does not create any posts yet