Mon. Mar 30th, 2020

Coronavirus – Layunya Wisata Musim Bunga Sakura Tahun Ini.

Orang-orang Jepang dan jutaan turis saat ini seharusnya menikmati awal musim mekarnya bunga Sakura, atau musim hanami. Untung Jepang, ini adalah waktu yang sangat penting bagi negara ini, baik secara ekonomi maupun budaya. Secara tradisional, biasanya pada saat ini teman dan keluarga berkumpul, terutama untuk generasi millennial ini adalah kesempatan mengisi feed Instagram yang sempurna.

Akan tetapi pada tahun ini, pandemi coronavirus mengakibatkan banyaknya festival dan acara yang dibatalkan serta pengunjung asing yang menjauh. Katsuhiro Miyamoto dari Universitas Kansai menyoroti pentingnya kontribusi keuangan pada musim hanami: “Musim bunga sakura di Jepang memiliki dampak ekonomi yang sangat besar setiap tahun”. Dia memperkirakan bahwa hampir 8,5 juta wisatawan mengunjungi negara itu selama musim bunga sakura antara Maret dan Mei tahun lalu, menghasilkan sekitar 650 miliar yen (Rp 95 Triliun).

Seijiro Takeshita dari Universitas Shizuoka menggarisbawahi mengapa saat-saat tersebut, di mana orang makan dan minum dan bersenang-senang, sangat penting bagi ekonomi Jepang. “Kami menggunakan ungkapan ‘dompet menjadi longgar’, artinya orang cenderung memiliki kecenderungan yang sangat tinggi untuk berbelanja.”. “Kami memiliki banyak ikatan emosional dengan bunga ini dan musim ini … memiliki banyak faktor budaya, banyak faktor historis di baliknya,” Profesor Takeshita menambahkan ketika ia menjelaskan arti yang lebih luas dari musim bunga Sakura.

Tahun ini acara hanami sedang dibatalkan di seluruh negeri karena pihak berwenang berusaha untuk memperlambat penyebaran virus corona, bahkan beberapa hari lalu gubernur Tokyo Yuriko Koike mendesak orang untuk tidak mengadakan pesta tradisional mereka. Profesor Miyamoto memperkirakan langkah-langkah untuk mengatasi pandemi ini akan memukul angka pariwisata musim ini, dengan pendapatan turun lebih dari sepertiga menjadi kurang dari 400 miliar yen. Tidak semua kesuraman dan malapetaka. “Setelah wabah koronavirus selesai, saya percaya bahwa musim bunga sakura di Jepang akan hidup kembali,” pungkasnya.

Source : BBC.com,
Teremahan dari Artikel :
“Japan cherry blossom season wilted by the coronavirus pandemic” oleh Peter Hoskins

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Blogs

Group Members does not create any posts yet